Genetika
Genetika adalah
suatu kata serapan dari bahasa
Belanda: genetica, adaptasi
dari bahasa Inggris : genetics, adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat pada organisme. Secara singkat dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah
ilmu tentang gen dan segala
aspeknya. Istilah "genetika" diperkenalkan oleh William
Bateson pada suatu surat
pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi
Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906. pada awalnya pembelajaran
mengenai genetika modern diawali oleh penemuan besar yang dilakukan oleh Gregor Johann Mendel, beliau melakukan eksperimen dengan mengguakan kacang dengan
jenis Pisum
sativum, didalam
ekperimennya diperhatikan beberapa hal mendasar yang terdapat dalam setiap
tanaman kacang tersebut seperti bentuk biji, bentuk bunga, warna biji, warna
bunga, letak bunga, serta tinggi tanaman. untuk menuliskan perbedaan sifat yang
tampak (fenotipe) pada setiap tanaman, maka digunakan huruf kapital untuk sifat
dominan dan huruf latin yang dituliskan lebih kecil untuk yang bersifat
resesif, sebagai ilustrasi jika untuk individu tanaman dengan bunga besar, biji
kecil dapat dinotasikan sebagai BBcc sedangkan individu tanaman lain yang akan
disilangkan bunga besar, biji kecil dapat dinotasikan dengan notasi yang sama. Notasi
ini juga yang digunakan sebagai penanda genetik yang diperkenalkan oleh Gregor Johann Mendel. Selanjutnya notasi ini digunakan dalam perhitungan menentukan
kemungkinan terjadinya individu tanaman baru yang terbentuk dari persilangan
dua individu tanaman tersebut. Secara tabulasi kemungkinan dari individu baru
tersebut dapat dituliskan sebagai.
Bc
|
Bc
|
|
Bc
|
BcBc
|
BcBc
|
Bc
|
BcBc
|
BcBc
|
dari tabel diatas dapat diperhatikan bahwa terdapat kemungkinan
seluruh keturunan pertama F1 adalah BBcc dari persilangan dengan individu BBcc
dengan fenotipe bunga besar biji kecil. Hal ini berlaku jika secara genetik
terdapat alel yang seluruhnya dominan untuk bunga besar namun secara genetik
keadaan bunga besar dalam satu individu dapat juga diakibatkan oleh keadaan Bb
atau adanya satu gen resesif terpadat didalamnya ini merupakan fokus utama pada hukum satu
mendel.
Hukum satu mendel
hukum segregasi bebas menyatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel
kelamin), kedua gen induk yang
merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen
dari induknya, Secara garis besar, hukum ini mencakup tiga pokok:
- Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter turunannya. Ini adalah konsep mengenai dua macam alel; alel resisif (tidak selalu nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf latin, misalnya bb, dan alel dominan (nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf besar, misalnya BB).
- Setiap individu membawa sepasang gen, satu dari orang tua jantan (misalnya Bb) dan satu dari tetua betina (misalnya Cc).
- Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda (Cb dan cB), alel dominan (C atau B) akan selalu terekspresikan nampak secara visual dari luar (fenotipe). Alel resesif (b atau c) yang tidak selalu terekspresikan, tetap akan diwariskan pada gamet yang dibentuk pada turunannya.
Ilustrasi
:
- Suatu tanaman dengan fenotipe bunga besar, berbiji besar bisa di notasikan sebagai (BBCC) (ingat bahwa pada tanaman sel gamet terletak pada satu bunga jika tumbuhan bersifat berumah satu serbuk sari ( alat kelamin jantan ) dan kepala putik ( alat kelamin betina)) maka gamet yang terbentuk adalah Bc; Bc.
- Suatu tanaman dengan fenotipe yang sama seperti ilustrasi a mungkin juga disusun oleh notasi genetik BbcC sehingga kemungkinan gamet yang terbentuk adalah Bc ; BC ; bC : bc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar