Rabu, 22 Juli 2015

Genetika

Genetika


Genetika adalah suatu kata serapan dari bahasa Belandagenetica, adaptasi dari bahasa Inggris genetics, adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat pada organisme. Secara singkat dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen dan segala aspeknya. Istilah "genetika" diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906. pada awalnya pembelajaran mengenai genetika modern diawali oleh penemuan besar yang dilakukan oleh Gregor Johann Mendel, beliau melakukan eksperimen dengan mengguakan kacang dengan jenis Pisum sativum, didalam ekperimennya diperhatikan beberapa hal mendasar yang terdapat dalam setiap tanaman kacang tersebut seperti bentuk biji, bentuk bunga, warna biji, warna bunga, letak bunga, serta tinggi tanaman. untuk menuliskan perbedaan sifat yang tampak (fenotipe) pada setiap tanaman, maka digunakan huruf kapital untuk sifat dominan dan huruf latin yang dituliskan lebih kecil untuk yang bersifat resesif, sebagai ilustrasi jika untuk individu tanaman dengan bunga besar, biji kecil dapat dinotasikan sebagai BBcc sedangkan individu tanaman lain yang akan disilangkan bunga besar, biji kecil dapat dinotasikan dengan notasi yang sama. Notasi ini juga yang digunakan sebagai penanda genetik yang diperkenalkan oleh Gregor Johann Mendel. Selanjutnya notasi ini digunakan dalam perhitungan menentukan kemungkinan terjadinya individu tanaman baru yang terbentuk dari persilangan dua individu tanaman tersebut. Secara tabulasi kemungkinan dari individu baru tersebut dapat dituliskan sebagai.



Bc
Bc
Bc
BcBc
BcBc
Bc
BcBc
BcBc


dari tabel diatas dapat diperhatikan bahwa terdapat kemungkinan seluruh keturunan pertama F1 adalah BBcc dari persilangan dengan individu BBcc dengan fenotipe bunga besar biji kecil. Hal ini berlaku jika secara genetik terdapat alel yang seluruhnya dominan untuk bunga besar namun secara genetik keadaan bunga besar dalam satu individu dapat juga diakibatkan oleh keadaan Bb atau adanya satu gen resesif terpadat didalamnya  ini merupakan fokus utama pada hukum satu mendel.

Hukum satu mendel hukum segregasi bebas menyatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel kelamin), kedua gen induk yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya, Secara garis besar, hukum ini mencakup tiga pokok:
  1. Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter turunannya.     Ini adalah konsep mengenai dua macam alel; alel resisif (tidak selalu nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf latin, misalnya bb, dan alel dominan (nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf besar, misalnya BB).
  2. Setiap individu membawa sepasang gen, satu dari orang tua jantan (misalnya Bb) dan satu dari tetua betina (misalnya Cc).
  3. Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda (Cb dan cB), alel dominan (C atau B) akan selalu terekspresikan nampak secara visual dari luar (fenotipe). Alel resesif (b atau c) yang tidak selalu terekspresikan, tetap akan diwariskan pada gamet yang dibentuk pada turunannya.

Ilustrasi :

  • Suatu tanaman dengan fenotipe bunga besar, berbiji besar bisa di notasikan sebagai (BBCC) (ingat bahwa pada tanaman sel gamet terletak pada satu bunga jika tumbuhan bersifat berumah satu serbuk sari ( alat kelamin jantan ) dan kepala putik ( alat kelamin betina)) maka gamet yang terbentuk adalah Bc; Bc.
  • Suatu tanaman dengan fenotipe yang sama seperti ilustrasi a mungkin juga disusun oleh notasi genetik BbcC sehingga kemungkinan gamet yang terbentuk adalah Bc ; BC ; bC : bc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar